Ayahku (Bukan) Pembohong

Tere Liye

You are here: Home - Uncategorized - Ayahku (Bukan) Pembohong


Ayahku (Bukan) Pembohong

Ayahku Bukan Pembohong Kapan terakhir kali kita memeluk ayah kita Menatap wajahnya lantas bilang kita sungguh sayang padanya Kapan terakhir kali kita bercakap ringan tertawa gelak bercengkerama lantas menyentuh lembut t

  • Title: Ayahku (Bukan) Pembohong
  • Author: Tere Liye
  • ISBN: 9789792269055
  • Page: 482
  • Format: Paperback
  • Kapan terakhir kali kita memeluk ayah kita Menatap wajahnya, lantas bilang kita sungguh sayang padanya Kapan terakhir kali kita bercakap ringan, tertawa gelak, bercengkerama, lantas menyentuh lembut tangannya, bilang kita sungguh bangga padanya Inilah kisah tentang seorang anak yang dibesarkan dengan dongeng dongeng kesederhanaan hidup Kesederhanaan yang justru membuatKapan terakhir kali kita memeluk ayah kita Menatap wajahnya, lantas bilang kita sungguh sayang padanya Kapan terakhir kali kita bercakap ringan, tertawa gelak, bercengkerama, lantas menyentuh lembut tangannya, bilang kita sungguh bangga padanya Inilah kisah tentang seorang anak yang dibesarkan dengan dongeng dongeng kesederhanaan hidup Kesederhanaan yang justru membuat ia membenci ayahnya sendiri Inilah kisah tentang hakikat kebahagiaan sejati Jika kalian tidak menemukan rumus itu di novel ini, tidak ada lagi cara terbaik untuk menjelaskannya.Mulailah membaca novel ini dengan hati lapang, dan saat tiba di halaman terakhir, berlarilah secepat mungkin menemui ayah kita, sebelum semuanya terlambat, dan kita tidak pernah sempat mengatakannya.Tere Liye adalah pengarang beberapa novel dengan rating tinggi di website para pencinta buku Tere Liye banyak menghabiskan waktu untuk melakukan perjalanan, mencoba memahami banyak hal dengan melihat banyak tempat Selamat membaca novel kecil ini.Setamat membaca buku ini, satu hal yang pasti nyata saya menangguk banyak kearifan di kedalaman cerita A Fuadi, Penulis Trilogi Negeri 5 MenaraSungguh Tere Liye berhasil menggugah saya sebagai pembaca sekaligus seorang anak dari seorang ayah yang sangat saya banggakan A must read Amang Suramang, Penggerak di IndonesiaIsinya tak hanya menggugah dan membuat haru, tapi membuat kita merasa perlu meneguhkan kembali keyakinan dan kecintaan pada keluarga Salut atas novel ini Arwin Rasyid, Presiden Direktur Bank CIMB NiagaNovel ini dapat menjadi langkah awal untuk menata ulang konsep budi pekerti di negeri ini Muliaman D Hadad, Deputi Gubernur Bank Indonesia

    • [PDF] Download ✓ Ayahku (Bukan) Pembohong | by ↠ Tere Liye
      482 Tere Liye
    • thumbnail Title: [PDF] Download ✓ Ayahku (Bukan) Pembohong | by ↠ Tere Liye
      Posted by:Tere Liye
      Published :2018-08-08T02:52:22+00:00

    One thought on “Ayahku (Bukan) Pembohong

    1. Rahmi Ayu Umami on said:

      Saya cuma pengen baca bukunya sampai akhir. Saya cuma pengen memformulasikan ulang sosok 'ayah' di mata saya.Ayah, yang selama ini saya menaruh berjuta harapan, namun juga harus menerima kekecewaan dengan jumlah yang sama.Bagaimana bisa seorang anak bisa mencintai ayahnya, respek padanya, bila di hatinya masih ada sejuta kata yang belum tersampaikan, betapa anaknya menaruh begitu banyak harapan, tentang kasih sayang, cinta, rasa hormat, ketulusan. Dan saya di tengah keterbatasan pengendalian emo [...]

    2. Riany Moessa on said:

      tiap-tiap orang mungkin punya pandangan yang berbeda-beda.tapi bagiku, dari kesekian buku yg pernah saya baca buku AYAHKU (BUKAN) PEMBOHONG by TERE-LIYE yang sukses membuat saya menitikkan air mata.dari lembar per lembar tanganku tdk pernah mau lepas untuk membaliknya menuntut untuk dibacakandan semakin akhir saya membacamakin membuat dada saya sesakakan-akan ada sesuatu yg mengganjal dan ingin di keluarkanr mataku tidak dapat terbendung lagimbuatku mengingat kembali hubunganku dengan ayah yg se [...]

    3. Wendy Achmmad on said:

      Ayah aku menangis!"Dan inilah buku yang kembali membuat aku menangis. Buku yang kembali mengantarkan memori aku pada ayah yang begitu besar jasanya bagi diriku.Ayah, ceritakan seluruh hidupmu. Aku berjanji untuk mendengarkan! Aku tahu engkaulah pahlawan dalam hidupku. Selamanya!"Seorang ayah akan selalu memberikan yang terbaik pada anaknya"Ya, itulah kesimpulan yang bisa diambil dari sebuah buku yang bercerita tentang hal sederhana tapi mendalam. Aku jadi teringat diri sendiri yang mirip dengan [...]

    4. Bunga Mawar on said:

      Anggap saja sudah selesai ya.Memang niatnya sudah stop baca buku pengarang ini, karena saya tidak cocok dengan gaya bercerita yang ditulisnya. Tapi buku ini tergeletak nganggur tidak jelas di tangga masjid, maka saya bawa ke perpustakaan. Tentu saya masih percaya nilai2 kebaikan dan kasih sayang keluarga selalu hadir dalam karya2 pengarang ini.Namun lagi2, buku Tere-Liye yang ini tidak berhasil membuat saya tekun membacanya dari halaman ke halaman secara berurutan. Saya loncat2 karena sudah lela [...]

    5. Rizki Kurnia on said:

      Satu lagi karya Tere-Liye yang berlatar kehidupan kanak-kanak. Entah kenapa saya memang lebih suka kisah dari Tere-Liye yang bertema anak-anak, dibandingkan kisah-kisah cinta yang terangkum dalam Senja Bersama Rosie atau Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin. Novel ini mengisahkan seorang anak lelaki bernama Dam yang dibesarkan oleh ayahnya yang senang bercerita. Cerita-cerita yang disuguhkan ayahnya memang bukan cerita biasa, melainkan dapat memotivasi Dam untuk menjadi anak yang berprestas [...]

    6. Suzan Oktaria on said:

      Dalam sinopsisnya Kapan terakhir kali kita memeluk ayah kita? Menatap wajahnya, lantas bilang kita sungguh sayang padanya? Kapan terakhir kali kita bercakap ringan, tertawa gelak, bercengkerama, lantas menyentuh lembut tangannya, bilang kita sungguh bangga padanya?Inilah kisah tentang seorang anak yang dibesarkan dengan dongeng-dongeng kesederhanaan hidup. Kesederhanaan yang justru membuat ia membenci ayahnya sendiri. Inilah kisah tentang hakikat kebahagiaan sejati. Jika kalian tidak menemukan r [...]

    7. Icha Ayu on said:

      Buku ini adalah buku pertama Tere-Liye yang saya baca dan membuat saya mencari buku-bukunya yang lain. Tere-Liye langsung masuk daftar penulis Indonesia favorit saya :)membaca buku ini memang membawa saya bertanya-tanya dan membandingkannya dengan dunia nyata. mulai dari sang Kapten sampai beberapa peristiwa yang dieceritakan dalam dongeng saya coba logiskan namun ternyata kita memang hanya perlu berserah pada imajinasi dan mengikuti cerita indah ini dengan penuh penasaran dari lembar ke lembary [...]

    8. Dinan Fatimah on said:

      Aaaahhh buku ini bener-bener buku bagus.Ayahku (Bukan) Pembohong sarat dengan nilai-nilai kehidupan. Nilai-nilai yang seorang ayah coba tanamkan kepada anaknya melalui kisah petualangan sang ayah dan dongeng-dongeng. Buku ini menyampaikan tentang kebahagiaan sejati, pengorbanan, keluarga, yang menurut saya penting untuk diketahui calon-calon pembina keluarga. Membacanya membuat pikiran tercerahkan dan membawa perasaan bahagia.Satu yang membuat saya penasaran,apakah tere-liye mendidik anak-anakny [...]

    9. Cik Aini on said:

      Sebuah kisah sederhana, seorang anak yang dibesarkan dengan kisah-kisah yang diceritakan ayahnya tetapi bila dia menginjak dewasa, dia memilih untuk tidak mempercayai cerita-cerita dongeng ayahnya. Saya kira tema sebenar lebih kepada begitu banyak petualang di dalam kehidupan kita, tetapi kekallah menjadi orang yang sederhana, jujur. Biarkan anak sentiasa memandang ibu bapa dengan penuh rasa hormat dan kasih sayang.

    10. Stevenziv on said:

      Akhirnya selesai sudah membaca Ayahku (Bukan) Pembohong Menarik, mengharukan dan memiliki filosofi yang mendalam tenang hidup Banyak petuah yang disampaikan melalui dongeng-dongeng yang dipaparkan oleh tokoh ayah dalam novel ini Dongeng-dongeng yang diceritakan menjadi inspirasi bagi sang anak untuk terus berjuang, bersikap jujur, bersabar, bersahaja bahkan tetap menjadi inspirasi sang anak (hingga dewasa) meski ia meragukan keaslian cerita tersebut dan menganggap ayahnya berbohongDua bab terakh [...]

    11. Umami on said:

      Ini novel Tere-Liye yang ke sekian kali, yang saya baca. Saya mulai baca 'Ayahku (Bukan) Pembohong' ini hari Rabu kemarin, selesai Sabtu pagi tadi. Tebal 304 halaman, cetakan ke 8 (Mei 2013) dan masih ada beberapa kalimat yang keliru penulisannya, semoga bisa jadi masukan buat editor di cetakan berikutnya.Sebenarnya ini novel lama, dicetak pertama kali bulan Mei 2011. Novel ini bercerita tentang kehidupan seorang anak lelaki keriting bernama Dam dan Ayahnya. Tere Liye menceritakan kisah itu deng [...]

    12. Luqmanul Hakim Muttaqin on said:

      Mantap jugalah, ada beberapa "missing" link. Tapi pelajaran yg bisa dipetik, berharga!

    13. Annisa Purnomo on said:

      jadi ayahnya gak bohong? huuuaaaa saya kok jadi ikut ngerasa bersalah, ya?membaca buku ini dari halaman ke halaman membuat saya mengikik mendapati kebandelan si dam, atau terenyuh saat ibunya pergi dan bapaknya merasa tersinggung. alurnya maju mundur. yang mundur menceritakan tentang kehidupan dam dan cerita-cerita ayahnya di masa lalu. semua di ulas satu persatu sambil kadang kita tersadar dan di kembalikan ke waktu yang sekarang. melihat kemarahan dam karena anak-anaknya di ceritakan semua cer [...]

    14. Heidy Dania on said:

      Suka banget sama buku ini. :')Buku ini menceritakan seorang anak laki-laki yang mulai membenci ayahnya karna ia berfikir ayahnya adalah seorang pembohong, padahal bagi orang lain ayahnya adalah seorang yg jujur, adil, bijaksana dan baik hatinya. Hanya karna anaknya yang selalu mendengarkan kisah perjalanan hidup ayahnya yang terdengar mustahil untuk dipercaya menggunakan akal sehat. Cerita pada buku ini sangat insipratif dan banyak pelajaran yang dapat diaplikasikan untuk kehidupan seperti cara [...]

    15. Aisha Marta on said:

      Terkadang tanpa kita sadari melupakan kebijakan dan kebaikan bapak.Padahal beliau telah mengajarkan kebijaksanaan hidup pada anak2nya dnegan caranya masing2.Seperti tokoh ayah dalam novel ini yang mengajarkan kebijaksanaan hidup pada anaknya Dam melalui cerita2 ayah. Dam lalu tumbuh menjadi anak yang baik dan dikenal oleh seluruh kota karena kebaikannya. Namun ketika dia beranjak remaja, dia mulai ragu akan cerita2 ayahnya, bahkan dia menyangka ayah adalah seorang pembohong. Apalagi sejak ibunya [...]

    16. Annisa Reswara on said:

      Seperti biasa, Tere-Liye selalu bisa membuat saya sesenggukan.Novel Ayahku (Bukan) Pembohong ini mengisahkan tentang cinta ayah pada anak yang ingin anaknya menjadi orang baik, memiliki pemahaman hidup yang berbeda dengan orang kebanyakan. Ayah Dam menceritakan semua pengalaman hidupnya ketika masih muda, dengan tujuan Dam bisa mengambil pelajaran dari itu semua.Dengan cara sederhana, Tere-Liye mencoba mengatakan bahwa hidup ini sederhana. Tidak melulu tentang harta, kekuasaan, dan ketenaran. Ta [...]

    17. ...::putri::... on said:

      Satu lagi buku dari Tere-Liye dengan segala ke-khas-an nya selalu menyentuh dan memaksa saya untuk bertanya 'bisakah? atau sudahkah? dan yg lain lagi 'mampukah?' Buat saya buku yg baik adalah yg mampu mempengaruhi pembacanya untuk mau berubah menjadi manusia yg lebih baik. Dan Tere-Liye dengan semua buku-bukunya mampu membuat saya untuk mau merubah diri menjadi lebih bijak, lebih sabar, lebih sederhana, lebih jujur etc

    18. Agustin Wilujeng on said:

      Identitas BukuJudul : Ayahku (Bukan) PembohongPengarang : Tere - LiyePenerbit : PT Gramedia Pustaka UtamaPerancang Sampul : Lambok HutabaratTahun Terbit : April 2011Kota Terbit : JakartaCetakan : Kedua belas Desember 2014Tebal Novel : 308 halaman, 20 cmISBN : 978 – 979 – 22 – 6905 – 5Gambar Kover : Berwarna biru dengan latar belakang langit berawan putih dengan apel berwarna emas yang berjendela dua. Pada jendela pertama memperlihatkan pesepakbola bernama El Capitano dan t [...]

    19. Raisa on said:

      5/5 stars. ~~~~~~~Dulu banget, pernah liat buku ini mejeng di Gramedia. Judulnya unik banget, dan pernah pengen baca. Tapi waktu itu gajadi dan akhirnya lupa. Terus, tiba-tiba, tanteku naruh buku ini di mejanya. Langsung deh aku sambar dan bawa pulang. Thanks, auntie! :) Dari sinopsisnya sih udah tau bakalan nangis atau paling gak pasti sedih. Apalagi tentang ayah--topik yang paling bikin aku sensitif. Ditambah pasti ada unsur keluarganya. Tere Liye gitu, pasti bisa bikin setiap pembaca jatuh ha [...]

    20. Dimas Toro on said:

      Untuk kesekian kalinya, bung Tere liye membuat karya yang inspiratif. Bisa dibaca semua kalangan patut untuk mejeng di rak perpus pribadi. Saya membaca versi new cover (lebih kece) tentunya. Meskipund emikian, masih banyak typo yang sangat mengganggu. padahal ini buku sudah dicetak berulang kali, seakan tidak ada koreksi ulang tentang kesalahan ketiknya. Hal itulah yang membuat saya menurunkan peringat bintang.

    21. Stefanie on said:

      kisah ini adalah tentang Dam; seorang lelaki yang dibesarkan dalam keluarga sederhana; terlebih lagi, ia dibesarkan menjadi seorang lelaki yang baik, berdisiplin, dan bertingkah laku sopan oleh kisah-kisah yang diceritakan oleh ayahnya sejak kecil. umur Dam sudah 40 tahun, dan sudah 20 tahun lamanya ia tidak lagi mempercayai cerita-cerita ayahnya. ketika ayahnya mulai mengisahkan cerita yang sama kepada dua anaknya (Zas dan Qon), Dam kembali teringat pada masa kecilnya.Dam yang masih kecil tumbu [...]

    22. Salshabeela on said:

      Sebuah buku yang mengagumkan. Menyingkap semua ‘ketenaran’ dari kalimat bijak sederhana yang sudah sering terlupakan oleh zaman. Pesan epilog dari buku ini sangat menyentuh hati. Alur cerita yang begitu tersusun dan mudah dimengerti dapat menjadikan sumber inspirasi bagaimana caranya kita mengajarkan kebaikan untuk anak-anak. Saya suka sekali dengan buku ini. Saya berharap bisa mengembangkan imajinasi saya untuk bisa membuat cerita-cerita unik lainnya seperti Ayahnya Dam.Walaupun begitu, mas [...]

    23. Olivinia Qonita on said:

      3o Desember 2012. Hari itu saya pergi ke salah satu toko buku terkenal di matraman bersama keluarga. Memang setiap bulannya keluarga kami selalu menyempatkan diri ke toko buku dan kebiasaan itu tertancap kuat sehingga membaca adalah hobi utama saya hingga saat ini. Sebelum pergi ke toko buku, saya terbiasa membuat list buku yang harus dibeli dan hari itu saya membulatkan tekad untuk membeli buku habibie dan ainun karena orang-orang sedang ramai membicarakan tentang kehebatan filmnya. Saat memaki [...]

    24. Hadiyatussalamah Pusfa on said:

      Selaluuu suka sama tulisan-tulisan bang Tere-Liye.Waktu itu entah kapan, Nur Afifah, room mate saya di bale tiba2 ngetweet sesuatu tentang buku ini. Yah, intinya sih recommended banget untuk dibaca. Dengan segala hal yang terjadi dari mulai sayanya yang ga sempet hunting sampai di toko buku belum adalah, habislah, bukunya ada tapi duitnya belum ada, dan lain-lain, Alhamdulillah kemaren pas ke Togamas nemu!Niat awalnya, mau dijadiin kado untuk adik saya yang sekarang kelas 6 sd. Karena belum baca [...]

    25. Rino Ferdian on said:

      Ayah. Entah kenapa ketika membaca novel ini, dari bagian awal, aku sudah memposisikan diriku sebagai seorang ayah kelak. Mungkin karena selama ini aku pun sering mengajak orang-orang di sekelilingku untuk mengikuti ruang imajinasiku berputar sebebas-bebasnya. Membayangkan suatu ketika akan menceritakan berbagai macam hal kepada anak-anakku kelak. Mengajak mereka untuk melihat dunia ini seluas-luasnya.Ya, Bang Tere lagi-lagi muncul dengan cerita kesederhanaan hidup dalam suatu keluarga. Mengajark [...]

    26. drg Rifqie Al Haris on said:

      Novel ini mengisahkan tentang seorang anak yang bernama Dam yang dibesarkan dengan dongeng-dongeng oleh ayahnya. Ayahnya memang suka sekali menceritakan dongeng dan mengaku bahwa dirinya juga terlibat dalam cerita menakjubkan itu. Lewat dongeng-dongeng itu, sang ayah mengajarkan tentang kesederhanaan hidup, kebahagian dan kasih sayang. Dam yang lambat laun mulai tumbuh dewasa mulai bepikir bahwa dongeng-dongeng itu tidak masuk akal dan hanyalah karangan serta kebohongan ayahnya saja. Dan pada su [...]

    27. Isnaini Nuri on said:

      Satu hal terpenting yang saya dapat dari buku ini adalah tentang "Kesederhanaan""Itulah hakikat sejati kebahagiaan hidup, Dam. Hakikat itu berasal dari hati kau sendiri. Bagaimana kau membersihkan dan melapangkan hati, bertahun-tahun berlatih, bertahun-tahun belajar membuat hati lebih lapang, lebih dalam, dan lebih bersih. Kita tidak akan pernah merasakan kebahagiaan sejati dari kebahagiaan yang datang dari luar hati kita. Hadiah mendadak, kabar baik, keberuntungan, harta benda yang datang, pang [...]

    28. fragaria on said:

      Sudah sewajarnya kamu merasa hidupmu tidak berarti jika kamu hanya mau melihat hal-hal yang kasat mata. Apalagi jika kamu membanding-bandingkan hidupmu dengan hidup orang lain. Mungkin kamu merasa semua orang di sekelilingmu lebih sukses daripada kamu. Mungkin juga kamu tidak menyadari, bahwa kebanyakan dari mereka yakin, hal yang dinamakan ‘kebahagiaan’ itu sumbernya ada di luar diri mereka dan mereka berebut mendapatkannya.Padahal, apalah artinya jadi orang kaya, apalah artinya jadi pengua [...]

    29. Edo Christian on said:

      Jujur, awalnya kurang tertarik baca buku ini. Ke toko buku rencana nya mau beli whutering heights, malah akhirnya beli buku ini juga.Cerita diawali di "masa sekarang". Zas & Qon mendengarkan cerita kakek nya. Lalu Dam flashback ke masa anak²nya. Dam menonton pertandingan bola, ribut dengan jarjit, "curhat" ttg rambut keriting, etc.Tidak melulu menceritakan masa lalu Dam, kadang² balik lg ke "masa sekarang". Lebih sering membahas Zas & Qon yg lg serius mendengarkan kakek nya bercerita.M [...]

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *