Malam Cahaya Lampion

Tan Lioe Ie

You are here: Home - Uncategorized - Malam Cahaya Lampion


Malam Cahaya Lampion

Malam Cahaya Lampion Tubuh tak kekal Jiwa diterbangkan raga dimalam cahaya lampion di waktuTak terbaca telapak nasip Bait akhir dari puisi Malam Cahaya Lampion Kau yang menggenggam siang dan malamLupakan luka lalu yang me

  • Title: Malam Cahaya Lampion
  • Author: Tan Lioe Ie
  • ISBN: 9793062576
  • Page: 310
  • Format: Hardcover
  • Tubuh tak kekal Jiwa diterbangkan raga dimalam cahaya lampion di waktuTak terbaca telapak nasip Bait akhir dari puisi Malam Cahaya Lampion Kau yang menggenggam siang dan malamLupakan luka lalu yang memupus lidahkuDengarkan gugat gagukuBiar kuserahkan duka batu batu dalam sajakku Bait akhir dari puisi Duka Batu Batu Tan Lioe Ie mungkin bisa disebut sebagai penyair pertTubuh tak kekal Jiwa diterbangkan raga dimalam cahaya lampion di waktuTak terbaca telapak nasip Bait akhir dari puisi Malam Cahaya Lampion Kau yang menggenggam siang dan malamLupakan luka lalu yang memupus lidahkuDengarkan gugat gagukuBiar kuserahkan duka batu batu dalam sajakku Bait akhir dari puisi Duka Batu Batu Tan Lioe Ie mungkin bisa disebut sebagai penyair pertama di Indonesia yang serius melakukan explorasi atas ritual dan mitologi Tionghoa untuk puisi Ini dapat dibaca pada puisi puisinya dalam buku ini, antara lain Co Kong Tik dan Cing Bing Akan tetapi, nuansa etnik yang kental tak lantas membuat puisi puisi Tan Lioe Ie kehilangan daya pikatnya untuk khalayak yang lebih luas, karena bagaimanapun, puisi tetap saja perkasa melampaui batas batas.

    • Free Download [Biography Book] ↠ Malam Cahaya Lampion - by Tan Lioe Ie é
      310 Tan Lioe Ie
    • thumbnail Title: Free Download [Biography Book] ↠ Malam Cahaya Lampion - by Tan Lioe Ie é
      Posted by:Tan Lioe Ie
      Published :2018-01-05T20:46:57+00:00

    One thought on “Malam Cahaya Lampion

    1. Roos on said:

      Gara-gara baca buku, ada yang missing page dan ada yang hilang, akhirnya manuver ke buku-buku puisi.Dan kesimpulannya, untuk buku puisi yang satu ini adalah kecewa( ternyata baca buku kalo dah il fil, gak bagus juga ). Dari puisi-puisi di buku ini banyak istilah-istilah mitologi Tionghoa yang tidak kupahami, padahal ada footnote-nya yang menjelaskan artinya, tetap aja gak ngerti dan gak jadi bikin suka sama buku ini.Tapi ada satu yang lucu, dari penggalan puisi "Dewa Dapur Chao Kung" yaitu :Rasa [...]

    2. Teguh on said:

      Nakal dan kompleksngat-sangat tidak tanggung2 dalam mencurahkan imajinasi lewat tulisan. Mengangkat sisi gelap kehidupan manusia. I love it lah!

    3. Stebby Julionatan on said:

      paling suka sama puisi Bumi kita"Bumi kita. Bumi dengan lambung tertusuk tombak. Darah yang memancar menyirami benih cinta kita"

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *